RAKATA

Ragam KSDA Dalam Berita

Eksistensi Burung Rangkong di Bumi Ruwa Jurai

Tinggalkan komentar

PICT0035Bumi Ruwa Jurai atau Provinsi Lampung yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatera merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan fauna yang sangat tinggi.  Selama ini, Provinsi Lampung sudah sangat terkenal dengan keberadaan satwa Gajah Sumatera (Elaphas maximus sumatranus),  Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), dan Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis).  Selain satwa-satwa tersebut,masih banyak satwa-satwa dari spesies lainnya yang hidup dan berkembang biak di bumi ruwa jurai, salah satunya adalah Burung Rangkong yang tergolong dalam famili Bucerotidae.  Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, seluruh jenis dari famili Bucerotidae adalah satwa yang dilindungi.

Burung Rangkong merupakan satwa frugivorous (pemakan buah) dengan ciri khas utama adalah paruhnya yang besar menyerupai tanduk serta ukuran tubuhnya yang juga tergolong besar. Selain memiliki kekhasan morfologi, rangkong juga memiliki kekhasan suara yang sangat spesifik dan berbeda dengan burung-burung lainnya.  Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa institusi pemerhati satwa liar, di Provinsi Lampung setidaknya terdapat  9 (sembilan) jenis rangkong yaitu Enggang Jambul (Aceros comatus), Julang Dompet (Aceros corrugatus), Julang Emas (Aceros undulatus), Enggang Papan (Buceros bicornis), Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), Enggang Gading (Buceros vigil), Enggang Klihingan (Anorrhinus galeritus), Kangkareng Perut Putih (Anthracoceros albirostris), dan Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus).

100_5955Selain merupakan satwa yang dilindungi, Burung Rangkong  memiliki peran yang sangat penting dalam keseimbangan ekosistem hutan.  Kemampuan Rangkong dalam menebarkan biji di dalam hutan sangat bermanfaat dalam regenerasi pepohonan yang ada didalamnya.   Mengingat status konservasi dan peran penting satwa Burung Rangkong  dalam ekosistem hutan,  BKSDA Lampung telah melakukan upaya inventarisasi terhadap satwa Burung Rangkong di kawasan-kawasan hutan yang ada di Provinsi Lampung sebagai langkah awal dalam upaya konservasi spesies ini di masa mendatang .  Pada Tahun 2013, BKSDA Lampung telah melakukan kegiatan inventarisasi Burung Rangkong di kawasan hutan Register 22 Way Waya Kabupaten Lampung Tengah.   Tahun 2014, kawasan hutan yang menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan inventarisasi rangkong adalah kawasan hutan Register 19 Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman (Tahura WAR) Kabupaten Pesawaran, dan Kawasan Hutan Lindung Register 3 Gunung Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.  Kegiatan inventarisasi Burung Rangkong ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan dan menyediakan informasi terkait keberadaan dan populasi satwa Burung Rangkong  di lokasi yang dijadikan sasaran kegiatan inventarisasi.  Adapun hasil kegiatan inventarisasi Burung Rangkong pada tahun 2014 adalah sebagai berikut :

  1. Dari 2 (dua) lokasi inventarisasi, terdapat 3 (tiga) jenis satwa Burung Rangkong yang ditemukan, yaitu Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), Enggang Papan (Buceros bicornis), dan Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus).
  2. Rangkong Badak (Buceros rhinoceros) ditemukan di Tahura WAR sebanyak 7 (tujuh) individu, dan di Gunung Rajabasa sebanyak 8 (delapan) individu.
  3. Enggang Papan (Buceros bicornis) ditemukan di Gunung Rajabasa sebanyak 6 (enam) individu
  4. Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus) ditemukan di Gunung Rajabasa sebanyak 3 (tiga) individu
  5. Berdasarkan pengamatan lapangan, pada lokasi-lokasi kegiatan inventarisasi masih banyak ditemukannya vegetasi-vegetasi yang berdiameter cukup besar dan menghasilkan buah-buahan yang merupakan sumber pakan bagi burung rangkong, antara lain jenis gondang (Ficus variegata), jambu alas (Eugenia sp.), dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem hutan khususnya vegetasi yang ada di lokasi kegiatan masih cukup mendukung keberadaan/eksistensi satwa burung rangkong, baik dari aspek ketersediaan pakan maupun tempat bersarang dan bernaung.

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari hasil kegiatan inventarisasi, dapat disimpulkan bahwa keberadaan atau eksistensi satwa Burung Rangkong di beberapa kawasan hutan di Provinsi Lampung masih cukup tinggi.  Disamping itu, kondisi habitat tempat hidup satwa ini pun masih cukup mendukung penyebaran serta perkembangbiakannya, khususnya pada lokasi kegiatan inventarisasi.  Meskipun demikian, kegiatan-kegiatan pengelolaan yang intensif dan berkelanjutan harus terus dilakukan demi kelestarian satwa tersebut.  Pengelolaan yang intensif dapat dilakukan dengan peningkatan kualitas tempat hidup (habitat) satwa itu sendiri.  Selain itu,  perlu juga dilakukan pengelolaan daerah penyangga khususnya pembinaan dan penyadartahuan konservasi terhadap masyarakat sekitar kawasan hutan.  Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena perilaku masyarakat  khususnya masyarakat sekitar hutan, sangat berpengaruh terhadap kelestarian  kawasan hutan termasuk flora dan fauna yang ada di dalamnya.  Selain peran masyarakat, tentunya kerjasama yang baik antara BKSDA Lampung dengan pihak-pihak pengelola kawasan hutan di Provinsi Lampung, baik Dinas Kehutanan Provinsi dan Kabupaten, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), dan Unit Pelaksana Teknis lainnya, menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan upaya-upaya konservasi di Provinsi Lampung.   Semoga eksistensi Burung Rangkong  di beberapa kawasan hutan di Provinsi Lampung dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung.  Yang lebih penting lagi, semoga hal ini menjadi pemicu kesadaran masyarakat Bumi Ruwa Jurai  dalam konservasi sumber daya alam hayati, khususnya terhadap satwa liar.

 

***Indra Dirhamsyah, S.P., M.Si.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s