RAKATA

Ragam KSDA Dalam Berita

ADOPSI POHON: Solusi Baru Menjaga Kelestarian Tahura Wan Abdurahman

Tinggalkan komentar

New Picture (1)Banyaknya kawasan hutan yang belakangan ini rusak dan tidak berjalan sesuai dengan fungsinya salah satunya diakibatkan oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab seperti penebangan liar bahkan perambahan. Untuk itu, langkah-langkah dalam menyelamatkan hutan Indonesia harus dilakukan melalui cara-cara yang kreatif, unik dan memiliki hasil yang baik bagi hutan Indonesia yang semakin hari semakin mengkhawatirkan.

Provinsi Lampung memiliki salah satu kawasan konservasi yaitu Taman Hutan Raya Wan Abdurahman yang sering kita kenal dengan Tahura WAR, Gunung Betung. Taman Hutan Raya adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli dan atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan umum untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan dan pendidikan, juga sebagai fasilitas yang menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi. Banyak potensi-potensi yang dimiliki Tahura Wan Abdurahman seperti keindahan alam, air terjun dan yang terbaru penangkaran rusa, menjadi poin tersendiri bagi pentingnya menjaga dan memperbaiki  kelestarian Tahura Wan Abdurahman.

Bila kita lihat dari pengertian dan banyaknya potensi yang dimiliki, banyak hal yang bisa dilakukan pada kawasan Tahura Wan Abdurahman, baik kegiatan rehabilitasi maupun kegiatan konservasi yang menitikberatkan pada lahan-lahan yang sudah mulai rusak dengan cara menanamnya kembali. Ke depan, Tahura Wan Abdurahman bisa mencoba menerapkan konsep adopsi pohon agar dapat menghijaukan kembali lahan Tahura Wan Abdurahman.

Akhir-akhir ini, kata adopsi pohon sering terdengar di kalangan aktivis lingkungan. Mereka sudah memikirkan cara bagaimana menjadikan hutan lestari, dengan kata lain banyak pohon yang bisa tumbuh dan berkembang di dalam kawasan hutan. Sadar akan pentingnya lingkungan terutama hutan, adopsi pohon dirasakan bisa membantu dalam mewujudkan hutan yang hijau dan lestari.

Adopsi adalah tindakan seseorang yang bertanggung jawab dan memelihara atau mengurus. Dalam hal ini, adopsi pohon yaitu suatu cara seseorang melakukan tindakan konservasi alam dengan memiliki tanaman berupa pohon di dalam kawasan hutan dengan cara merawat dan memantau perkembangan tanaman atau pohon secara berkala.

Sasaran adopsi pohon ini diharapkan bisa dilakukan oleh kalangan pengusaha, pegawai negeri, pegawai swasta dan kalangan lainnya, yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Karena tidak memiliki waktu yang cukup tetapi berkeinginan untuk berkontribusi, maka adopsi pohon dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya adopsi. Cara ini juga bisa dikemas sebagai bagian dari pendidikan konservasi usia dini terhadap anak-anak dengan melakukan pembelajaran/pendidikan konservasi mengenai pentingnya menanam pohon dan mengajak ikut menjaga kelestarian lingkungan.

Ada beberapa contoh di daerah-daerah lain yang sudah menerapkan konsep adopsi pohon, salah satunya yaitu di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang bekerjasama dengan sejumlah masyarakat sekitar hutan, LSM, media, perusahaan, dan anak-anak yang dimulai sejak tahun 2007. Adopter, sebutan bagi pengadopsi pohon, bisa menanam pohon yang nantinya mereka adopsi dengan cara menanam sendiri atau diwakilkan kepada penyelenggara. Secara rutin, para adopter bisa mengecek kondisi pohon adopsi mereka secara langsung ataupun melalui situs taman nasional. Dalam tiga tahun, sudah sekitar 140 hektar yang dipenuhi pohon adopsi (http://www.bbc.co.uk).

***Oben, S.Hut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s