RAKATA

Ragam KSDA Dalam Berita

Akhirnya, Si Belang Terlihat Kembali

Tinggalkan komentar

foto dian 1Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) termasuk satwa prioritas yang harus dipantau keberadaan dan populasinya di Lampung. Balai KSDA Lampung selama tiga tahun belakangan berupaya mengetahui populasi harimau di kawasan hutan lindung, namun belum memberikan hasil memuaskan.  Pada tahun 2013 Balai KSDA Lampung kembali melakukan survey populasi harimau di hutan lindung Register 39 Batu Tegi Kabupaten Tanggamus menggunakan camera trap.

Balai KSDA Lampung bersama dengan Yayasan IAR Indonesia didampingi petugas KPHL Batu Tegi menerjunkan 2 tim dalam 2 tahap pengamatan. Tahap pertama dilakukan oleh Tim 1, memasang 3 camera trap yang aktif selama 14 hari di 3 lokasi di jalur Way Rilau Besar. Tahap kedua dilakukan oleh tim II yang memasang camera trap yang aktif selama 17 hari di 3 lokasi.

Penelusuran Tim 1 belum menemukan titik terang keberadaan harimau sumatera.  Melalui gambar dan video yang tertangkap, hanya diketahui keberadaan satwa yang berpotensi sebagai satwa mangsa harimau sumatera, seperti rusa (Rusa spp.), beruk (Macaca nemestrina), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), dan babi hutan (Sus scrofa). Tanda-tanda keberadaan harimau sumatera semisal jejak kaki, cakaran tanah, cakaran pada pohon dan feses-pun tidak dijumpai.  Namun, tanda keberadaan satwa lain kerap ditemukan, seperti jejak rusa, jejak kucing hutan, jejak babi, kubangan babi, dan cakaran beruang madu. Satwa lain yang tertangkap gambarnya adalah landak (Hystrix brachyura).

HL Register 39 Batu Tegi jalur Rilau Besar termasuk tipe hutan pegunungan.  Dari analisis vegetasi diketahui bahwa jenis meranti dan kempas mendominasi kawasan ini.  Harimau sumatera termasuk satwa yang tidak tahan terhadap panas sehingga membutuhkan naungan (cover).  Cover dapat dibedakan atas tempat persembunyian (hiding cover) dan tempat penyesuaian terhadap perubahan temperatur (thermal cover).  Penutupan tajuk berperan sebagai pelindung di siang hari.  Pohon yang tinggi dan bertajuk lebar dapat berfungsi sebagai cover harimau sumatera.  Pada lokasi pengamatan dijumpai pohon meranti yang berpotensi menjadi cover dengan ketinggian 30 m serta lebar tajuk 8 m.

Keberadaan sumber air adalah salah satu penanda keberadaan harimau sumatera. Sungai Way Rilau Besar yang berarus deras dengan batuan besar, kerikil, dan pasir di dalamnya serta mengalir jernih sepanjang tahun menjadi sumber air yang potensial bagi harimau sumatera.

Pada jalur Rilau Besar, kondisi hutan tergolong baik, vegetasi masih rapat dan relatif aman dari gangguan manusia. Namun pada bagian lain di HL Register 39 Batu Tegi ini, gangguan atau ancaman masih dijumpai, seperti penebangan liar jenis meranti dan gelam, perambahan berupa penanaman jagung dan kopi,  pembakaran hutan untuk dibuka menjadi areal perladangan.

Tim II kemudian melanjutkan pemantauan harimau sumatera di tiga tempat yang berbeda tetapi masih di HL Register 39 Batu Tegi. Dari pemasangan camera trap pada lokasi I terekam 4 jenis satwa yaitu beruk (6 ekor), babi hutan (1 ekor), kijang (Muntiacus muntjak) sebanyak 1 ekor, dan kuau raja (Argusianus argus) juga 1 ekor.  Pada lokasi II tertangkap kamera 7 jenis satwa yaitu babi hutan (1 ekor), beruk (5 ekor), kijang (1 ekor), kuau raja (8 ekor), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) sebanyak 1 ekor, kancil (Tragulus sp) juga 1 ekor, dan mamalia tidak teridentifikasi (1 ekor).  Sedangkan pada lokasi III diperoleh gambar kijang (1 ekor).

Akhirnya, setelah sekian lama, tertangkaplah gambar harimau sumatera hasil bidikan camera trap di hutan lindung.  Pada lokasi II selain tertangkap gambar harimau sumatera juga terdapat jenis satwa pakan harimau sumatera lebih banyak dibandingkan lokasi pemasangan kamera lainnya yaitu 7 jenis satwa dengan jumlah 17 ekor. Harimau sumatera yang tertangkap merupakan individu yang mendekati umur dewasa dengan jenis kelamin betina (bantuan identifikasi oleh Hariyawan Agung Wahyudi, Executive Officer Forum Harimau Kita).

Pada lokasi I dan III juga diperoleh gambar satwa yang berpotensi sebagai pakan harimau sumatera dengan jumlah 9 ekor dari 4 jenis satwa di lokasi I dan 1 ekor di lokasi III.  Hal ini mengindikasikan bahwa pakan harimau sumatera di lokasi survey masih mendukung untuk keberadaan dan kelangsungan hidup harimau sumatera. Dalam pengamatan tersebut, Tim 2 menemukan secara langsung satwa lain seperti labi-labi, 2 ekor rangkong, elang, jejak babi hutan dan kubangannya di beberapa lokasi, serta goresan tanduk kijang pada batang pohon.

Pada jalur pengamatan Tim 2, ditemukan beberapa pohon yang berpotensi menjadi cover yakni meranti dengan ketinggian berkisar antara 23-38 m dan lebar tajuk antara 8-15 m.  Pohon meranti juga mendominasi pada jalur ini tidak hanya di jalur Rilau Besar demikian pula tingkat permudaannya.  HL Register 39 Batu Tegi berbatasan dengan waduk.  Sumber air berupa sungai baik besar maupun kecil terdapat di dalam kawasan hutan.  Gangguan terhadap populasi dan habitat satwa masih terjadi seperti perburuan liar serta penanaman kopi dan cengkeh.

Sebagai predator puncak, wilayah jelajah harimau sumatera tentu saja sangat luas, oleh karena itu pemantauan populasinya tidak bisa dilakukan secara konvensional tetapi harus dibantu dengan alat seperti camera trap.  Apalagi mengingat ia termasuk satwa karnivor yang peka akan keberadaan satwa mangsa. Manusia, walaupun bukan termasuk mangsa alaminya, namun bila keberadaannya dirasa mengancam, bukan tidak mungkin, akan diserangnya.  Sehingga penggunaan camera trap tentulah sangat membantu.  Keberadaannya yang tertangkap kamera kali ini membuat kami yakin bahwa harimau sumatera masih eksis di hutan lindung, tidak terbatas hanya di kawasan konservasi, dan melecut semangat lebih tinggi untuk memantaunya.

***Dat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s