RAKATA

Ragam KSDA Dalam Berita

Posko Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan Tahun 2013

Tinggalkan komentar

Kebakaran hutan merupakan salah satu bentuk gangguan yang makin sering terjadi. Dampak negatif yang ditimbulkannya cukup besar mencakup kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, merosotnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah, perubahan iklim mikro maupun global, dan asapnya mengganggu kesehatan masyarakat serta menggangu transportasi baik darat maupun udara. Bahkan, asap yang timbul dari kebakaran hutan Indonesia telah menjadi permasalahan transboundary atau melintasi batas negara yang merusak nama Indonesia di mata internasional.

Pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan harus dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Oleh karena itu, Balai KSDA Lampung sebagai UPT Kementrian Kehutanan di Provinsi Lampung sekaligus ditunjuk sebagai koordinator pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Lampung mendirikan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan.

Posko ini berfungsi sebagai pusat aktivitas pengendalian dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Lampung. Posko di fasilitasi dengan radio komunikasi, telefon, faksimili, dan jaringan internet. Aktivitas utamanya adalah mengumpulkan informasi, mengolah, serta mendistribusikan kepada seluruh stakeholders yang berkepentingan. Posko memantau informasi terkini mengenai kejadian hotspot dari mailing list SiPongi@yahoo.group.com. Informasi yang dipantau merupakan sebaran hotspot di Provinsi Lampung yang dipantau satelit NOAA-18. Selain data dari satelit, posko juga menerima laporan dari masyarakat dan pihak lainnya. Informasi yang posko dapatkan kemudian diolah dan disajikan dalam tabulasi data sederhana serta divisualisaikan dalam peta-peta kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, posko juga menyampaikan rekomendasi-rekomendasi tindak lanjut berdasarkan hasil pantauan hotspot. Rekomendasi tindak lanjut berupa pengecekan lapangan (grouncheck) serta patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Pada tahun 2013 diharapkan jumlah hotspot di Lampung tidak melebihi 523 titik. Angka ini sesuai dengan Sasaran Strategis dan Indikator kinerja kegiatan, yaitu tercapainya hotspot yang berkurang 20 % setiap tahun dari rerata 2005-2009. Berdasarkan pantauan hingga akhir Oktober 2013, jumlah hotspot di Lampung mencapai 210 titik. Dari jumlah tersebut, 77.44 % hotspot terjadi di luar kawasan hutan. Berdasarkan letak administratif, Kabupaten Tulang Bawang memiliki hotspot terbesar yaitu 25,61%, Kabupaten Lampung Utara sebesar 20,12% dan Kabupaten Way Kanan sebesar 18,29%.

Pencapaian ini merupakan hasil dari kegiatan pencegahan kebakaran Balai KSDA Lampung dan koordinasi ke semua instansi terkait di Provinsi Lampung.  Berdasarkan data dan fakta selama tahun 2013, terapat beberapa hal yang harus tetap menjadi fokus perhatian di tahun 2014, diantaranya:

–       Tetap menjaga dan meningkatan koordinasi antar instansi, terutama pada daerah-daerah rawan kebakaran hutan.

–       Menjalin komunikasi dan koordinasi dengan sector lain di luar kehutanan, seperti Pihak Pekebunan, karena faktanya kejadian hotspot mayoritas terjadi di lahan perkebunan.

–       Meningkatkan partisipasi masyarakat melalui kegiatan pembentukan dan pembinaan Masyarakat Peduli Api, serta kegiatan sosialisasi pencegahan, terutama di daerah dengan tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi, seperti Tulang Bawang, Lampung Utara, dan Way Kanan.

Meningkatkan patroli dan grouncheck, terutama pada bulan-bulan rawan kejadian kebakaran, seperti Agustus, September dan Oktober.

***Egs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s