RAKATA

Ragam KSDA Dalam Berita

PLTB Sebagai Win-win Solution

Tinggalkan komentar

aton3Berdasarkan pantauan satelit NOAA sampai dengan bulan September 2013, terdapat hot spot (titik panas) sebanyak 182 titik di Provinsi Lampung. Sementara, target dari Kementerian Kehutanan maksimal 362 titik. Batas jumlah hot spot pada tahun 2013 yang masih ditoleransi untuk Provinsi Lampung dengan luasan hutan 1.004.735 Ha atau 30,34% dari luas keseluruhan adalah 523 titik.

Salah satu rumusan rapat koordinasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan tahun 2013 di Provinsi Lampung adalah upaya meningkatkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA). Untuk menindaklanjuti rumusan pertemuan tersebut, perlu dilakukan pembinaan lanjutan berupa pemberian materi mengenai penyiapan lahan tanpa bakar (PLTB) dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Serta, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, Balai KSDA Lampung melakukan pembinaan terhadap MPA yang telah dibentuk, diantaranya di Desa Datar Labuay, Tanggamus dan  Kampung Gunung Sangkaran, Way Kanan.

Salah satu penyebab kerusakan hutan adalah kebakaran hutan. Di areal KPHL Batu tegi telah banyak kelompok tani pengelola Hutan Kemasyarakatan (HKm). Oleh karena itu, perlu penyadaran dan peningkatan peran serta masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian hutan. Sedangkan Hutan Produksi Giham Tahmi telah banyak dirambah masyarakat serta terjadi pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Pemberdayaan masyarakat yang memungkinkan dalam upaya mengurangi proses pembakaran hutan dan lahan adalah pemanfaatan kayu, ranting, dan serasah untuk keperluan sehari-hari. Contoh pemanfaatan yang dapat dilakukan adalah berupa produk kompos, arang, dan briket arang. Dengan dibuatnya produk ini diharapkan budaya penyiapan lahan yang ada di masyarakat dengan cara dibakar dapat berubah dengan penyiapan lahan tanpa bakar (PLTB). Selain bermanfaat bagi lingkungan dalam upaya pengurangan asap dan titik api, kegiatan penyiapan lahan tanpa bakar (PLTB) dengan membuat produk kompos, arang dan briket arang dapat memberi manfaat secara ekonomi bagi masyarakat.

Pada pembinaan lanjutan MPA di Desa Datar Lebuay, Tanggamus, BKSDA Lampung memberikan pelatihan dan penyerahan alat-alat pembuatan kompos dengan aktifator Effective Microorganism (EM4). Kelompok MPA di Kampung Gunung Sangkaran, Way Kanan, juga menerima pelatihan dan peralatan pembuatan briket arang. Pelatihan ini diharapkan mampu menggugah masyarakat untuk memanfaatkan serasah untuk meningkatkan taraf hidupnya dan menimbulkan ide kreatif dalam memanfatkan bahan di sekitarnya. Jika pelatihan yang telah diberikan dapat dijalankan di lapangan dengan baik, diharapkan kelestarian hutan dapat terwujud. Sehingga solusi saling menguntungkan dapat terwujud.

***Atp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s