RAKATA

Ragam KSDA Dalam Berita

Kemah Konservasi 2013

Tinggalkan komentar

IMG_0093Generasi muda merupakan salah satu unsur pelopor dan penggerak dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Mereka diharapkan dapat menjadi motivator dan dinamisator konservasi di tengah-tengah masyarakat, serta dapat menyampaikan informasi dan pesan–pesan konservasi yang benar kepada masyarakat secara luas. Bersama pemerintah, diharapkan generasi muda dapat berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat yang sadar konservasi. Dalam rangka mewujudkan generasi muda yang sadar lingkungan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung memberikan pendidikan lingkungan kepada para pelajar tingkat SLTA yang dikemas dalam sebuah kegiatan kemah konservasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap sumber daya alam dan lingkungan.

Kemah konsevasi diselenggarakan selama tiga hari pada tanggal 17 s.d. 19 Juni 2013. Kemah diselenggarakan di Youth Camp, Tahura Wan Abdul Rachman, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Kemah konservasi ini merupakan suatu program pendidikan lingkungan yang menggabungkan metode teori dan praktek dengan menitikberatkan pada ranah afektif dan kognitif (pengertian dan penyadaran). Isu tentang penurunan kualitas lingkungan telah menciptakan suatu kebutuhan yang mendesak dalam menggalakkan pendidikan lingkungan (environmental education) yang bertujuan untuk menimbulkan kesadaran terhadap lingkungan dan membekali peserta didik dengan pengetahuan dan pandangan-pandangan luas tentang manfaat lingkungan.

Peserta kemah konservasi berjumlah lima puluh orang yang berasal dari sepuluh SMA di Provinsi Lampung. Para peserta diberikan materi pengenalan terhadap upaya-upaya pelestarian alam sebagai pengkayaan pengetahuan. Materi yang disampaikan adalah Pengenalan Kekayaan Alam (Hayati dan Non Hayati), Pengenalan Kawasan Konservasi,  Dasar-dasar Konservasi,  Pengenalan Ekologi, serta Hutan dan Kehutanan.

Para peserta juga diajak untuk menjelajah hutan Tahura Wan Abdul Rachman melalui kegiatan Tracking ke Hutan. Selama tracking, peserta juga diberikan pengetahuan tentang mangrove, praktek pembuatan tandu, dan etika beraktivitas di alam bebas. Pada malam hari, para peserta juga diajak untuk menunjukkan kreativitas dan kekompakannya pada acara Api Unggun. Suasana pembelajaran semakin semarak ketika dilakukan kegiatan Bina Suasana Kemah yang berisi permainan-permainan menarik. Yang tidak kalah seru adalah prosesi Deklarasi Para Peserta Kemah Konservasi 2013 menjadi Duta Konservasi Provinsi Lampung.

Di akhir kegiatan, dilaksanakan juga penanaman bibit mangrove di pantai Klapa Rapat, Ketapang, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan ini sebagai wujud aksi nyata peserta kemah konservasi dalam upaya pelestarian kawasan pesisir untuk mencegah kerusakan. Kegiatan ini juga melibatkan Himpunan Mahasiswa Jurusan Kehutanan (Himasylva) Universitas Lampung.

***Day.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s