RAKATA

Ragam KSDA Dalam Berita

Fasilitator Berkompeten, Masyarakat Berdaya, Hutan pun Lestari

Tinggalkan komentar

Pada saat ini, diperkirakan tidak kurang dari enam juta orang hidup di dalam dan di sekitar kawasan konservasi dengan kondisi ekonomi umumnya miskin. Tentunya, hal ini merupakan tantangan besar bagi upaya pelestarian ekosistem kawasan. Hal inilah yang menjadi dilema, antara kelestarian ekosistem kawasan konservasi dengan dorongan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Untuk mengurangi ataupun mencegah kerusakan kawasan konservasi, maka pemerintah pun menetapkan daerah penyangga kawasan sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Daerah penyangga kawasan konservasi dapat berupa kawasan hutan lindung, hutan produksi, serta hutan hak, tanah negara bebas atau tanah yang dibebani hak.

Masyarakat di dalam dan sekitar hutan atau disebut juga dengan masyarakat setempat adalah penduduk yang bermukim di dalam dan di sekitar kawasan hutan yang memiliki kesatuan komunitas sosial dengan kesamaan mata pencaharian yang bergantung pada hutan dan aktivitasnya dapat berpengaruh terhadap ekosistem hutan.

Secara umum, masyarakat yang tinggal di sekitar hutan atau daerah penyangga kawasan konservasi memiliki tingkat kesejahteraan rendah, ketergantungan terhadap sumber daya alam di kawasan, pengetahuan dan pemahaman tentang fungsi kawasan relatif rendah, kepedulian dan partisipasi dalam melestarikan kawasan masih rendah.  Namun, harus diakui juga bahwa ada sebagian masyarakat yang sudah baik partisipasinya dalam melestarikan kawasan konservasi.

Masyarakat di sekitar kawasan maupun di daerah penyangga bukanlah musuh tapi merupakan mitra kerja dengan pemerintah dalam pengelolaan kawasan. Hubungan timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat dalam pengelolaan kawasan dibentuk dalam sebuah program pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat daerah penyangga merupakan salah satu upaya pembangunan masyarakat berbasis konservasi, dengan tujuan utama meningkatkan keberdayaan masyarakat daerah penyangga kawasan konservasi menuju ke kesejahteraan dan mutu kehidupan yang lebih baik serta hidup harmonis dengan kawasan konservasi dan alam sekitarnya.

Direktorat Jenderal PHKA melalui UPT di daerah menunjuk pendamping dalam program pemberdayaan masyarakat daerah penyangga. Pendampingan masyarakat merupakan sebuah upaya membantu, mengarahkan dan mendukung masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan daya analisis mereka dalam meningkatkan taraf hidup dan kondisi mereka sendiri, mulai dari penggalian potensi, perumusan masalah, perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasinya (dari, oleh dan untuk masyarakat).

Agar seluruh aktivitas pendampingan pemberdayaan masyarakat daerah penyangga dapat berjalan sesuai harapan, maka kapasitas fasilitator perlu ditingkatkan, baik mengenai pemahaman daerah penyangga kawasan konservasi dan pemberdayaan masyarakat daerah penyangga itu sendiri maupun mengenai teknik komunikasi dan penguatan kelembagaan masyarakat dampingannya.

Oleh karena itu, Subdit Bina Daerah Penyangga Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung (KKBHL) Ditjen PHKA Kementerian Kehutanan menyelenggarakan pelatihan peningkatan keterampilan petugas/fasilitator mengenai teknik komunikasi dan penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan daerah penyangga kawasan konservasi. Pelatihan yang sudah kali kedua diadakan ini diselenggarakan  di Bogor pada tanggal 2 – 5 Juli 2013.

Peserta pelatihan sebanyak 20 orang yang berasal dari UPT PHKA dan UPT BPDASPS.  Materi disajikan di dalam ruang kelas dan kunjungan lapangan ke daerah penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan kapasitas baik wawasan, pengetahuan maupun keterampilan peserta sebagai fasilitator/pendamping masyarakat dalam kegiatan PMDP dan pengelolaan DPKK.

Tugas seorang fasilitator tentunya tidaklah mudah. Proses pendekatan pada masyarakat terutama dalam rangka merubah cara pandang masyarakat terhadap sesuatu membutuhkan proses dan waktu yang lama. Dibutuhkan kreativitas, kesabaran dan ketekunan dari seorang fasilitator dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Tidak diperlukan sebuah sikap yang arogan, tetapi cara yang halus lebih bisa diterima masyarakat.

Fasilitator pemberdayaan adalah orang yang memudahkan masyarakat (peserta belajar) untuk membangun proses dialog diantara mereka untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang mereka hadapi, orang yang mendampingi/memfasilitasi masyarakat untuk memberdayakan masyarakat dari masyarakat yang tidak berdaya menjadi masyarakat berdaya dan mandiri. Indikator masyarakat dikatakan berdaya bila telah mampu memenuhi kebutuhan dasar; memiliki kemampuan berfikir; mampu berorganisasi; mampu mengakses pada sumber daya; mampu mengontrol kebijakan publik dan atau mempengaruhi kebijakan publik.

Dalam sebuah proses pembelajaran atau pelatihan masyarakat, fasilitator memiliki peranan penting. Fasilitator bertugas untuk menyipakan materi yang sesuai dengan kapasitas peserta, menata situasi proses pelatihan, serta membangun kesadaran kelompok  untuk bekerjasama sebagai tim. Dalam kenyataannya seorang fasilitator dapat juga berperan sebagai moderator, motivator, narasumber, maupun mediator.

Dalam proses pemberdayaan, prosesi yang dilakukan sama pentingnya dengan hasil yang ditargetkan. Pencapaian hasil pun tidak perlu secepat mungkin kita targetkan, tetapi bagaimana arah pergerakan tetap berjalan baik.   Memang banyak halangan dan rintangan yang dihadapi, tapi itu semua akan teratasi bila kita sudah membentuk dan memperkuat kelembagaan masyarakat di lingkungan masyarakat itu sendiri. Semoga harapan dari semua pihak bisa terwujud, masyarakat berdaya dan hutan lestari.

***Dnv.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s