RAKATA

Ragam KSDA Dalam Berita

Beruang madu

Tinggalkan komentar

Beruang-MaduBeruang madu, dengan nama ilmiah Helarctos malayanus merupakan spesies beruang terkecil dari delapan jenis beruang yang ada di dunia. Dalam bahasa Inggris, beruang madu bernama “Malayan Sun Bear” atau “Sun Bear”. Beruang madu merupakan fauna identitas Provinsi Bengkulu dan maskot kota Balikpapan.

Usia dan Reproduksi. Dalam kondisi liar, usia hidup spesies beruang terkecil ini tak diketahui. Sedangkan dalam kurungan, beruang ini mencapai umur 28 tahun. Satwa ini mampu bereproduksi sepanjang tahun. Beruang madu mengandung selama 96 hari, dan menyusui selama 18 bulan. Mencapai kematangan seksual setelah berumur 3-4 tahun

Habitat dan Makanan. Beruang madu hidup di hutan dataran rendah, hutan perbukitan, dan perbukitan atas sampai ketinggian 1.500 mdpl. Di Indonesia, beruang madu terdapat di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Beruang madu merupakan “omnivore” berartikan memakan banyak jenis makanan.  Makanan utamanya adalah serangga (terutama rayap, semut, larva kumbang dan  kecoak hutan). Yang kedua adalah banyak jenis buah-buahan, apabila tersedia.  Kalau beruang bisa dapat mereka sangat suka dengan madu, terutama dari jenis  kelulut (stingless bees), oleh karena itulah binatang ini disebut “beruang madu”.  Terkadang memakan bunga tertentu. Rumput dan daun hampir tidak pernah dimakan.

Ciri-ciri Beruang Madu. Beruang madu mempunyai panjang tubuh sekitar 1,4 meter dengan tinggi punggungnya sekitar 70 cm. Beruang madu dewasa mempunyai berat tubuh antara 50-65 kg. Beruang madu berwarna hitam, dengan bulu yang keputih-putihan atau kuning yang berbentuk “V” di dadanya. Moncongnya berwarna lebih cerah dari warna dadanya. Beruang madu mempunyai kuku yang panjang. Kaki depannya menghadap ke dalam dan tapaknya licin. Dengan kukunya dan bentuk kakinya inilah beruang madu mampu memanjat pohon-pohon yang berbatang lurus dan tinggi dengan cepat dan mudah. Beruang madu mempunyai penciuman yang sangat tajam sehingga dapat cium bekas injakan satwa lain maupun manusia. Pengelihatan diduga biasa saja sedangkan pendengarannya cukup peka.

Status Konservasi. Spesies ini merupakan satwa yang dilindungi secara international. IUCN mengklasifikasikan satwa satwa ini dalam status konservasi “Rentan” (Vulnerable; VU) yang berarti spesies ini sedang menghadapi risiko kepunahan di alam liar. Selain itu binatang pemakan madu ini juga telah dimasukkan dalam CITES Apendix I sejak tahun 1979, yang berarti beruang madu termasuk kelompok spesies yang terancam punah yang mungkin terpengaruh oleh perdagangan. Perdagangan internasional spesies ini secara komersial dari alam adalah dilarang.

***Srf.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s