RAKATA

Ragam KSDA Dalam Berita

Terakhir, Selamatkan Beruang Terjerat

Tinggalkan komentar

CIMG8750Sesuatu yang khas dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati di provinsi Lampung adalah terjadinya ketidakharmonisan hubungan atau konflik antara satwa liar dengan manusia. Konflik satwa liar mengakibatkan kerugian di kedua belah pihak. Bagi manusia dapat menimbulkan kerugian berupa rusaknya kebun yang menurunkan hasil tani, hewan ternak dimangsa, rumah rusak, bahkan menimbulkan korban luka dan hilangnya jiwa manusia. Bagi satwa liar dapat menyebabkan satwa terluka atau tak jarang juga mengalami kematian.

Konflik satwa liar terjadi hampir di seluruh wilayah Propinsi Lampung. Hingga akhir Maret 2013, sudah terjadi 2 konflik gajah yang terjadi di Lampung Barat dan Tanggamus, 1 konflik harimau sumatera di Lampung Utara, 2 konflik buaya di Tulang Bawang dan 3 konflik Beruang yang terjadi di Lampung Timur, Tanggamus dan Waykanan.

Pada Bulan maret lalu, ada laporan dari anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) BKSDA Lampung bahwa ada kejadian beruang mengamuk di Way Kanan. Khawatir diserang beruang, masyarakat tidak berani melakukan aktifitas di luar rumah. Menindaklanjuti laporan tersebut, BKSDA Lampung mengirim tim penanggulangan konflik satwa liar menuju tempat kejadian konflik yang berjarak sekitar 250 km dari Bandar Lampung.

Lokasi tempat beruang mengamuk cukup sulit ditempuh karena berada di dasar lembah yang curam. sesampai di lokasi tim mendapati seekor beruang madu betina dewasa terjerat oleh kawat  baja pada bagian kaki depan yang menyebabkannya terluka. Dengan menggunakan jaring,  tim mengevakuasi beruang untuk dirawat Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) BKSDA Lampung di Bandar Lampung. Kemudian, beruang dibawa ke Kebun Binatang Bumi Kedaton. Upaya penyelamatan beruang dari jeratan tidak sepenuhnya berlangsung mulus. Walaupun jerat berhasil dilepas, namun jerat telah mengakibatkan tiga jari kaki depan beruang putus.

Di balik cerita mengharukan dari proses evakuasi beruang, ada sebuah cerita lain yang tersirat dalam evakuasi ini. Proses evakuasi ini menjadi bhakti terakhir sebagai seorang petugas konservasi berusia 56 tahun, Pak Suryadi. ‘A Dede’, begitu beliau biasa disapa, harus memasuki masa purna tugas. Pak Suryadi, seorang pribadi low profile yang telah berjuang membangun konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya di Provinsi Lampung sejak tahun 1983. Bahkan di akhir masa tugasnya, beliau menunjukkan semangat kerjanya walaupun harus berhadapan dengan beruang liar. A Dede pensiun setelah menyelamatkan beruang madu yang terjerat.

***Hry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s