RAKATA

Ragam KSDA Dalam Berita

Pusat Penyelamatan Satwa Balai KSDA Lampung

4 Komentar

Picture3 Banyak pekerjaan besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Proses sejarah seperti itu juga dialami Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Balai KSDA Lampung. Pusat penyelamatan satwa bertujuan melestarikan berbagai jenis satwa liar khususnya yang ada di Provinsi Lampung melalui upaya penyediaan tempat penampungan, perawatan, pemeliharaan, dan penyelamatan berbagai jenis satwa liar hasil penertiban (sitaan, rampasan, temuan) maupun penyerahan masyarakat.

Pada mulanya, tempat penampungan satwa liar tersebut berada di halaman belakang kantor Balai KSDA Lampung, yang pada dasarnya kurang layak baik secara fisik maupun teknis. Seiring waktu semakin banyak satwa liar hasil tangkapan petugas Polisi Kehutanan atau penyerahan sukarela masyarakat. Keberadaan satwa liar di tempat tersebut dirasakan cukup mengganggu aktivitas perkantoran sehingga diperlukan lokasi lainnya yang lebih baik dan memadai.

Kepala balai saat itu, Bapak Agus Haryanta, S.Hut., M.Sc. bersama pegawai fungsional KSDA Lampung berinisiatif untuk membentuk lokasi penampungan satwa liar sebagai cikal Bakal berdirinya PPS Balai KSDA Lampung saat ini. Hingga akhirnya Pada 5 April 2007, secara definitif PPS Balai KSDA Lampung terbangun diatas tanah seluas 1.700 m  yang terletak di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam Kecamatan Rajabasa, Lampung. PPS berada di jalur yang mudah dijangkau serta masih relatif jauh dari keramaian kota. Jarak dari pusat kota Bandar Lampung sekitar 4-5 km ke arah Barat.

PPS Balai KSDA Lampung merupakan satu di antara sembilan PPS yang tersebar di seluruh Indonesia. Berbeda dengan PPS lainnya yang ada di Indonesia, PPS Lampung merupakan satu satunya lembaga yang terlahir atas upaya mandiri tanpa dukungan dari lembaga lain di luar Kementerian Kehutanan. Sedangkan PPS lainnya, hingga tahun 2010 didirikan atas kerjasama Direktorat Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Ditjen PHKA), The Gibbon Foundation dan lembaga swadaya masyarakat sebagai pelaksananya. Secara nasional, PPS Lampung tergabung dalam Jaringan Pusat Penyelamatan Satwa Indonesia (JPPSI), yang bekerja bahu membahu mendukung Kementerian Kehutanan RI dalam upaya penegakan hukum dan pengelolaan satwa liar.

Secara kelembagaan, operasional PPS Balai KSDA Lampung berada dalam tanggungjawab penuh Kepala BKSDA Lampung dan dalam pelaksanaannya dilakukan oleh jajaran staff BKSDA Lampung dibantu tenaga harian yang khusus direkrut dan dilatih sebagai tenaga pemelihara satwa (keeper). Dalam usaha mencapai target yang telah dicanangkan, PPS Lampung menggariskan tujuan-tujuan yang akan dicapai, yakni: mendorong penegakan hukum tentang Perlindungan satwa liar Indonesia, khususnya di daerah Lampung; membantu Kementerian Kehutanan RI dengan menyediakan fasilitas penampungan sementara bagi satwa dilindungi hasil penyitaan dan penyerahan sukarela masyarakat; serta menyebarkan informasi tentang perlindungan satwa liar Indonesia. Beberapa kegiatan rutin yang dilakukan diantaranya penyiapan dan pemberian pakan satwa, pembersihan dan pengayaan kandang, pemeriksaan kesehatan dan pemantauan perilaku satwa.

Hingga tahun 2012, fasilitas pendukung operasional yang tersedia meliputi gedung klinik, dapur, mess, gudang peralatan, dan kandang penangkaran yang terdiri dari: kandang primata (besar, sedang, kecil), kandang mamalia (sedang, kecil), kandang aves, kandang/kolam reptil (ular, kura, labi-labi, buaya), kandang karantina, kandang isolasi. Secara umum, kandang -kandang penangkaran tersebut terbagi dalam tiga areal yaitu; areal karantina, areal peralihan, areal sosialisasi dan proteksi. Untuk melepaskan satwa ke alam bebas, maka harus melewati penangkaran bertahap pada tiap areal yang ada.

Picture10Penempatan pada areal karantina merupakan tahapan pertama. Penempatan ini bertujuan untuk memeriksa dan mengkarantina satwa baru agar meminimalisasi kemungkinan adanya penyakit. Jika satwa satwa liar telah diindikasikan sehat, maka dapat dipindahkan ke areal kedua. Pada areal ini, satwa akan dikarantina selama 60 hari sampai dengan 90 hari. Pemeriksaan medis dilakukan dengan cara melihat fisik satwa liar apakah ada luka atau kerusakan fisik lainnya akibat terkena jerat yang ditemukan oleh penduduk. Sedangkan satwa liar yang berasal dari hasil sitaanatau peliharaan, jarang mengalami kerusakan fisik. Untuk pemeriksaan medis terhadap darah dan air liur biasanya dilakukan setiap 3 bulan, bekerja sama dokter hewan.

Tiga indikator yang biasanya digunakan untuk menguji kesehatan satwa sebelum dipindahkan ke kandang yaitu; diagnosa awal, sampel darah, dan asupan gizi. Untuk dapat dipindahkan ke areal berikutnya, maka satwa harus memenuhi syarat antara lain; kelengkapan perilaku yang sempurna dan normalitas tubuh. Setelah lulus dari areal karantina, satwa harus dipindahkan ke areal peralihan /pendidikan. Sifat satwa yang jinak dan pintar biasanya akan lebih dominan jika hidup bersama dengan seekor satwa liar. Dengan alasan itu, maka dalam areal ini, satwa yang jinak akan di kandangkan bersama satwa liar yang jumlahnya lebih banyak dengan tujuan menekan dominansi satwa yang pintar tersebut. Pakan yang biasanya diberikan dapat digolongkan dalam tiga kelompok antara lain: makanan hutan dan buah buahan (kenari, timun, langsat, semangka, jambu, pisang, sawo, kelengkeng, salak); sayur sayuran (sawi, kangkung, buncis, kacang panjang); serta makanan tambahan (jangkrik, telur, susu, madu dan vitamin, umbi, mantang).

Seiring dengan berjalannya waktu, PPS Balai KSDA Lampung makin menyadari betapa tantangan persoalan pelestarian satwa liar amatlah luas. Salah satu persoalan serius yang ditangani adalah penegakan hukum untuk menghentikan pemeliharaan dan perdagangan satwa dilindungi. Dalam rangka penyelesaian permasalahan tersebut PPS Balai KSDA Lampung menjalin kemitraan dan kerjasama dengan berbagai pihak. Upaya optimalisasi pelaksanaan operasional pengelolaan PPS Lampung khususnya di bidang penanganan medis satwa telah dilakukan melalui kerjasama informal dengan Persatuan Dokter Hewan seluruh Indonesia (PDHI), klinik hewan, dan rumah sakit.

Upaya penegakan hukum dan perdagangan satwa, PPS Balai KSDA Lampung Melalui jajaran fungsional Polisi Kehutanan Balai KSDA lampung bekerjasama dengan International Animal Rescue (IAR)  dan Wildlife Conservation Society (WCS), Jakarta Animal and Network (JAAN) dan Lembaga Swadaya Masyarakat lokal dalam penyediaan fasilitas penampungan, operasi fungsional, intelijen peredaran satwa  llegal, dan investigasi jaringan perdagangan hewan dilindungi.

Sedangkan untuk pelepasaliaran kembali/ translokasi dan relokasi satwa dari PPS Balai KSDA Lampung, kerjasama dilakukan dengan berbagai tempat/pusat rehabilitasi satwa dan pemangku wilayah kawasan konservasi, seperti Pusat Rehabilitasi Siamang dan Owa Yayasan Kalaweit, KPH Batutegi, Lembaga Konservasi Bumi Kedaton, Lembah Hijau, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Way Kambas.

Selain hal tersebut, dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, PPS Balai KSDA Lampung juga membuka kesempatan kepada peneliti/ mahasiswa/i untuk melakukan penelitian seperti halnya yang pernah dilakukan oleh mahasiswa dari Oxford University, Inggris dan Universitas Lampung dalam program studi perilaku satwa liar jenis primate.

Lembaga ini selalu ingin berbuat sesuatu di bidang penyelamatan satwa liar yang ke depan tentu akan semakin rumit dan komplek. Untuk itu, PPS dan Balai KSDA Lampung sebagai manajemen pengelola selalu menyambut hangat uluran kerja sama dari pihak mana pun untuk bekerja bersama-sama menyelamatkan dan menjaga kelestarian lingkungan, tempat dimana kita semua hidup bersama.

***Wyh & Mrd

4 thoughts on “Pusat Penyelamatan Satwa Balai KSDA Lampung

  1. Ping-balik: dimensicom09

  2. No telpon yg bisa dihubungi brp yah? Di lingkungan saya ada biawak yg terdampar. Takutnya diburu org untuk di santap.. Tlg balas ke email saya. Terima kasih

  3. yang terhormat penyelenggara harian PPS Lampung…
    Jika ada anjing ras pitbull, saya bersedia mengadopsi.
    Mohon kabarnya… Trimakasih.
    pgisik@yahoo.co.id

  4. Di rumah saia ada burung elang ..
    Awal mula nya paman saia menemukan nya saat terkapar tidak bisa terbang namun saat di tangkap dalam keadaan sakit.
    Setelah tu paman memberkan pada keluarga kmi .. Lalu kami rawat setelah tu ternyata dia sembuh.. Tolong buat penangkar an satwa liar..
    Ambil ya. Biar bisa di pelihara dengan bai.K. Terima kasih. Jika ingn ambil add ajj facebook saia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s