RAKATA

Ragam KSDA Dalam Berita

Peringatan Hari Air Sedunia Forum Komunikasi Kader Konservasi Lampung

1 Komentar

DSCI0061“Water is our business”  itulah ungkapan yang seharusnya menjadi pegangan siapapun mengenai keberadaan air. Padanan kalimat  untuk “Air adalah kepentingan kita bersama”.  Pertanyaannya saat ini adalah apakah kita sudah sedemikian pedulinya terhadap air? Benarkah kita melakukan pola hidup yang salah terhadap penggunaan air? Ataukah kesalahan itu terletak pada sistem pengelolaannya? Manusia masih bisa bertahan tanpa makanan selama seminggu, tapi manusia tanpa air hanya dapat bertahan selama 2 hari. Ini menunjukkan betapa vitalnya air bagi kita semua. Sumber kehidupan ini persediaannya terbatas dan semakin hari semakin terdampak polusi oleh kegiatan sebagian manusia. Sementara, sebagian manusia lainnya mengalami kesulitan untuk mendapatkan air.

Kawasan hutan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR) merupakan salah satu daerah tangkapan air hujan di Provinsi Lampung yang turut menjamin ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik Kota Bandar Lampung maupun Kabupaten Pesawaran. Gunung Betung merupakan sebagian area Tahura WAR yang memiliki manfaat jasa lingkungan air. Air dari Gunung Betung telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak, baik masyarakat sekitar, perusahaan air, maupun masyarakat Kota Bandar Lampung pada umumnya. Keadaan daerah tangkapan air hujan yang baik akan menghasilkan air berkualitas baik yang tersedia baik di musim penghujan maupun di musim kemarau. Oleh karena itu, perlu adanya upaya penjagaan dan pelestarian daerah tangkapan air.

Hal itulah yang melatarbelakangi Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Koordinator Daerah Lampung bersama Himpunan Mahasiswa Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Himasylva FP Unila) mengadakan kegiatan Peringatan Hari Air 2013, dengan tema “Menjaga Bersama Untuk Pemanfaatan Optimal” . Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat Kota Bandar Lampung dan civitas akademika Universitas Lampung untuk menjaga dan melestarikan sumber air di Bumi Rhuwa Jurai. Peringatan diselenggarakan dengan melaksanakan beragam kegiatan, yaitu:  1) Penyuluhan Penggunaan dan Perlakuan Terhadap Air ke Siswa SD N 2 Sumber Agung  dan SD N 2 Batu Putu Kota Bandar Lampung (21 Maret 2013); 2) Diskusi Publik  Multi Pihak (22 Maret 2013); 3) Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Betung Tahura WAR (29 Maret 2013).

Kegiatan penyuluhan merupakan salah satu cara untuk menambah wawasan dan menumbuhkan kesadaran bagi siswa-siswi sekolah dasar terkait tata cara yang baik dalam menggunakan air, dan kriteria air yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas air. Kelurahan Sumber Agung dan Kelurahan Batu Putu merupakan dua kelurahan yang berbatasan langsung dengan Taman Hutan Raya WAR (Gunung Betung).

Kegiatan diskusi publik merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran, baik pada potensi untuk meningkatkan kerjasama, dan tantangan yang dihadapi pengelolaan air semakin terang dari peningkatan permintaan untuk akses air, alokasi dan jasa. Kegiatan dihadiri pembicara dari berbagai instansi diantaranya Pemerintah Kota Bandar Lampung, Dinas Kehutanan Propinsi Lampung, PDAM Way Rilau, dan Akademisi Universitas Lampung. Peserta diskusi ini berasal dari pelajar, mahasiswa, dosen, guru, masyarakat sekitar Gunung Betung, lembaga swadaya masyarakat, serta instansi terkait lainnya. Diskusi ini membahas pemanfaatan jasa lingkungan air yang berasal dari kawasan hutan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman khususnya yang digunakan untuk sumber air bagi beberapa perusahaan air mineral, PDAM Way Rilau, petani sekitar Tahura WAR dan masyarakat kota Bandar Lampung. Pada akhir diskusi disepakati bahwa pelestarian air harus dilakukan bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan oleh anak-cucu kita mendatang. “wariskan mata air bukan air mata untuk anak-cucu kita”, begitulah kalimat penutup diskusi.

Kegiatan penanaman pohon adalah salah satu upaya nyata dalam pelestarian lingkungan.  Dengan melakukan penanaman pohon maka kita dapat menjaga keberlanjutan siklus air.  Selain itu, pohon juga dapat membantu mengurangi erosi, mencegah terjadinya banjir, serta menyediakan oksigen untuk pernafasan manusia. Manfaat lain pohon adalah menjadi tempat hidup mahluk hidup seperti burung, menghasilkan hasil hutan non kayu serta menyerap karbon yang akan mengurangi gas rumah kaca di atmosfir. Penanaman pohon dilakukan di Gunung Betung Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman. Pohon yang akan ditanam berjumlah 1.000 pohon yang terdiri dari jenis-jenis pohon multi purpose species trees seperti petai, sirsak, nangka, mangga dan cempaka. Penanaman dilakukan oleh kader konservasi dengan melibatkan masyarakat sekitar. Di samping memberikan manfaat ekologi, pohon mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sehingga tujuan hutan lestari masyarakat sejahtera, akan terwujud.

***Agw.

One thought on “Peringatan Hari Air Sedunia Forum Komunikasi Kader Konservasi Lampung

  1. salam lestari. . . ! Kalau gk kta, spa lgi. Ayo slamatkan dunia. . !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s