RAKATA

Ragam KSDA Dalam Berita

Mengapa Karbon Hutan Itu Penting?

Tinggalkan komentar

Pada era orde baru sektor kehutanan pernah berjaya dalam perolehan devisa negara. Kehutanan menyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor minyak bumi bagi pembangunan Indonesia.  Pada masa itu, hutan lebih dipandang sebagai penghasil kayu.  Kesadaran akan manfaat hutan yang jauh lebih besar dari kayu baru muncul ketika laju pembalakan sudah terlalu tinggi. Kementerian Kehutanan mencatat bahwa deforestasi mencapai puncaknya pada tahun 2000-2003 sebesar 3,51 juta ha/tahun. Kerusakan terjadi pada kawasan hutan 2,83 juta ha/tahun dan kawasan non hutan 0,68 juta ha/tahun. Salah satu karakteristik sumber daya hutan adalah kemampuannya untuk memberikan manfaat bagi manusia, baik dalam bentuk sediaan (stock) maupun arus (flows). Dalam peranannya sebagai stock tersebut, sumber daya hutan dikatakan berperan dalam kelestarian lingkungan. Sedangkan, flow lebih mengarah pada manfaat hutan sebagai produksi.  Peran sebagai stock inilah yang kurang dipahami masyarakat.

Sejatinya, manfaat hutan dapat diklasifikasikan menjadi hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, dan jasa ekosistem hutan. Konsep penilaian ekosistem hutan berdasarkan nilai ekonomi total (total economic value-TEV) yang dikembangkan oleh Pearce (1992). Konsep nilai ekonomi total menguraikan bahwa manfaat ekonomi hutan meliputi nilai guna (use value) dan nilai bukan guna (non use value). Nilai guna ada yang bersifat nilai guna langsung seperti makanan, minuman, biomassa, rekreasi, kesehatan dan nilai guna tidak langsung seperti fungsi ekologi dan pengendalian banjir.  Sedangkan nilai bukan guna terbagi atas nilai pilihan (option value), misalnya keanekaragaman hayati dan perlindungan habitat, nilai keberadaan (existence value), misalnya berupa habitat dan spesies langka), dan nilai bukan guna langsung (other non use value).

Berdasarkan konsep TEV ini, jasa ekosistem hutan berupa karbon termasuk klasifikasi nilai guna langsung dan tak langsung. Termasuk nilai guna langsung karena langsung dapat dikonsumsi manusia. Termasuk nilai guna tidak langsung karena bermanfaat untuk kehidupan manusia pada masa sekarang dan yang akan datang.

Kemampuan hutan Indonesia untuk menyerap dan menyimpan karbon berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim global serta memberi peluang ekonomi dalam skema perdagangan karbon. Hutan konservasi yang luasnya mencapai 23,20 juta ha juga berpotensi untuk menjadi unggulan sektor kehutanan di masa depan. Metode perhitungan nilai ekonomi karbon terus mengalami perkembangan.  Hingga saat ini terdapat tiga kategori mitigasi perubahan iklim untuk sektor kehutanan yakni:

1.    Peningkatan pengelolaan hutan melalui kegiatan pengelolaan hutan berkelanjutan (sustainable forest management-SFM);

2.    Aforestasi/reforestasi melalui program clean development mechanism (CDM);

3.    Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+).

Dari ketiga kategori tersebut, REDD+ memiliki potensi pengurangan emisi karbon terbesar. Nilai jasa hutan untuk penyimpanan karbon, terutama karbon dari kawasan hutan yang direhabilitasi, berpotensi sebagai sumber penerimaan bagi pengelolaan kawasan konservasi apabila mekanisme perdagangan karbon mulai dijalankan.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi pemberlakuan mekanisme perdagangan karbon maka Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung (PJLKKHL) menyelenggarakan pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia di Bidang Pemanfaatan Jasa Lingkungan Karbon di Bogor yang berlangsung pada tanggal 19-23 Maret 2013. Peserta pelatihan sebanyak 30 orang yang berasal dari UPT PHKA dan staf Direktorat PJLKKHL.

Materi disajikan di dalam kelas dan praktek perhitungan karbon dilakukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta:

  1. Memahami tantangan, strategi, dan kebijakan terkait perubahan iklim serta peluang dan manfaat REDD+ bagi pembangunan nasional.
  2. Memahami perkembangan Demonstration Activities (DA) REDD+ di Indonesia dan internasional.
  3. Memahami co benefit REDD+, metodologi sistem MRV, penentuan REL/RL nasional dan sub nasional.
  4. Memperoleh gambaran pelaksanaan DA REDD+ di TN Merubetiri.
  5. Mampu menyusun project proposal.
  6. Terampil mengukur dan menghitung karbon hutan.

Hutan dapat berperan penting dalam menghadapi perubahan iklim global, namun juga dapat berperan sebagai sumber emisi. Sehingga pengelolaan hutan berkelanjutan berkontribusi positif terhadap upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. REDD/REDD+ dilaksanakan di negara berkembang karena 75% deforestasi terjadi negara berkembang. Sementara, deforestasi menyumbang 18% dari emisi gas rumah kaca dunia. Emisi ini akan terus meningkat mengingat kecenderungan pertambahan penduduk apabila tidak diintervensi oleh suatu kebijakan.

Mekanisme internasional perdagangan karbon merupakan bentuk pemberian insentif yang bersifat positif bagi negara berkembang yang berhasil mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.  Negara maju sepakat memberikan dukungan untuk capacity building, transfer teknologi di bidang metodologi dan institusional, pilot/demonstration activities.  Mekanisme REDD bersifat sukarela (voluntary) dan menghormati kedaulatan negara (sovereignty) dan sebagai bagian dari aksi mitigasi perubahan iklim.

REDD+ meliputi kegiatan pengurangan emisi dari deforestasi (mengurangi konversi), pengurangan emisi dari degradasi hutan (perbaikan pengelolaan hutan), konservasi stok karbon (mencegah emisi), peningkatan stok karbon (restorasi, reforestasi, dll).  Filosofi kegiatan REDD+ sesungguhnya merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan penyerapan karbon melalui pengelolaan hutan secara berkelanjutan, dan ini telah menjadi tugas pokok dan fungsi seluruh jajaran Kementerian Kehutanan.

***Dat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s