Pencegahan Kebakaran Hutan Dengan Papan Larangan/Himbauan

P1080669Penyebab kebakaran hutan dan lahan di Indonesia hampir 99 % diakibatkan oleh manusia baik disengaja maupun tidak (unsur kelalaian). Sumber hot spot (titik api) di Provinsi Lampung 80 % terjadi di lahan (di luar kawasan hutan). Kegiatan pembuatan papan larangan /himbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu langkah pencegahan kebakaran hutan yang disebabkan oleh kelalaian/faktor  manusia. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat mencegah kebakaran hutan dan lahan serta dapat menurunkan jumlah titik api di Provinsi Lampung.

Maksud pemasangan papan larangan/himbauan ini adalah melakukan upaya pencegahan dini terhadap kebakaran hutan dan lahan. Tujuannya adalah memberi peringatan kepada masyarakat mengenai daerah-daerah yang rawan terjadinya kebakaran. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat di sekitar kawasan hutan dan lahan yang rawan terjadi kebakaran di Provinsi Lampung.

Pada tahun 2012, titik api di Provinsi Lampung berjumlah 881 titik dengan jumlah terbanyak di kabupaten Tulang Bawang. Titik api di kabupaten Tulang Bawang ini berada di luar kawasan atau di areal pertanian dan perkebunan. Sementara itu, daerah lain yang cukup tinggi jumlah hot spotnya adalah Lampung Timur 147 titik, Way Kanan 117 titik, Lampung Tengah 81 titik, Lampung Utara 51 titik, Lampung Selatan 23 titik, dan Tanggamus 22 titik.

Pemasangan papan dilakukan di daerah yang terindikasi rawan kebakaran. Salah satu indikator yang digunakan adalah jumlah titik api yang terjadi. Hal ini terkait dengan program dari Kementerian Kehutanan untuk menurunkan jumlah titik api. Provinsi Lampung mempunyai target titik api yang diperbolehkan terjadi pada tahun 2013 adalah 524 titik. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk mencapai target tersebut. Salah satunya dengan pemasangan papan larangan/himbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan jumlah titik api tahun 2012, pemasangan papan larangan/himbauan dilakukan di beberapa kabupaten, yaitu Lampung Timur, Way Kanan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Selatan dan Tanggamus.

Pemasangan papan larangan/himbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan difokuskan ke daerah sekitar kawasan hutan baik hutan lindung, hutan produksi maupun di sekitar lahan masyarakat yang dekat dengan kawasan hutan. Oleh karena itu, di kabupaten Tulang Bawang tidak dipasang papan larangan/himbauan karena tidak ada kawasan hutan walaupun jumlah hot spotnya paling banyak. Hot spot di daerah ini terbanyak dari pemanenan tebu dengan cara di bakar dan ditambah penyiapan lahan oleh masyarakat dengan cara pembakaran.

Plang dipasang pada jalur/lintasan/jalan yang biasa dilewati oleh masyarakat dalam keluar masuk kawasan hutan. Plang dipasang di 6 kabupaten, yaitu Lampung Timur (di sekitar Register 38 kawasan Hutan Lindung Gunung Balak), Way Kanan (di sekitar kawasan Hutan Produksi Giham Tahmi), Lampung Tengah (di sekitar kawasan Hutan Lindung Register 22 Way Waya), Lampung Utara (Sekitar Kawasan Hutan Produksi Register 42 Way Hanakau dan Hutan Lindung Register 34 Tangkit Tebak), Lampung Selatan (di sekitar Hutan Lindung Gunung Rajabasa Register 3), Tanggamus (di sekitar Register 28 Pematang Neba dan Register 30 Gunung Tanggamus).

Ada 4 isu yang menjadi materi dari pesan papan ada, yaitu :

  1. Awas Bahaya Api dan Asap. Jika terjadi kebakaran hutan hubungi BKSDA Lampung atau Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

Papan ini bermaksud memberi peringatan tentang bahayanya Api dan Asap bagi kehidupan manusia dan ekosistem. Selain itu juga memberi informasi kepada masyarakat, kemana harus lapor jika terjadi kebakaran hutan.

  1. Asap Mengganggu Kesehatan, Transportasi dan Lain-Lain.

Papan ini memberi pesan tentang bahayanya asap bagi manusia, lingkungan hidup, aktifitas manusia dan lain-lain. Dengan timbulnya asap kerugian baik dari segi ekonomi maupun ekologis sangat besar, sehingga perlu dicegah kebakaran hutan maupun lahan.

  1. Waspada Pemanasan Global

Pesan dalam papan ini adalah mengingatkan kepada masyarakat tentang bahayanya pemanasan global akibat kebakaran hutan dan lahan. Pemanasan global ini disebabkan oleh gas karbon dioksida yangt dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan. Gas ini membentuk efek rumah kaca yang mengakibatkan suhu dipermukaan bumi naik. Jika hal itu terjadi maka es dikutub akan mencair dan akan timbul bencana yang lain secara domino menyengsarakan kehidupan dimuka bumi ini.

  1. Stop Membakar Hutan dan Lahan

Pesan yang ingin disampaikan dalam papan ini adalah larangan supaya tidak membakar hutan dan lahan. Karena membakar hutan dan lahan mempunyai dampak yang luas. Pada papan tersebut juga dicantumkan sanksi pidana maupun perdata baik sengaja maupun lalai yang mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan.

Dengan melihat banyaknya lahan yang menjadi sumber titik api, maka selain pemasangan papan larangan/himbauan sebaiknya lebih digalakkan lagi penyuluhan atau sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Dengan pemasangan papan dan penyuluhan ini diharapkan dapat merubah prilaku masyarakat.

***Atp.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s